Nikmati Snorkeling di Pulau Abang Bersama Galang Bahari Wisata ~ zackamega.com

Jumat, 18 November 2016

Nikmati Snorkeling di Pulau Abang Bersama Galang Bahari Wisata

November 18, 2016

Clawn Fish
First time, Minggu (13/11/16) jam 8 pagi akhirnya gue bersama teman-teman komonitas blogger kepri berangkat dari Top 100 Tembesi menuju Pulau Abang. Awan mendung guys, gelap banget. Dari beberapa teman gue kelihatan khawatir banget. “Hujan begini gimana mau snorkeling?? “ Tapi buat gue mah santai aja, ini November guys. Sudah biasa berpergian dalam keadaan cuaca seperti ini. Oh my God! sombong banget gue -_______- 
.
Dermaga PT. Pari

Dermaga PT. Pari

Singkat cerita, Jam 9 lewat 17 menit akhirnya minibus yang membawa kami berhenti di parkiran dermaga PT. Pari. Jadi sebelum sampai ke perairan Pulau Abang, ada beberapa tempat menjadi persinggahan kita ya guys. Yang pertama itu dermaga PT.Pari ini. Selanjutnya dari dermaga PT. Pari kita akan di antar ke ruamah Persinggahan. Rumah persinggahan ini terletak di Pulau Nguan. Selemparan batu dari dermaga PT. Pari. Disini kita bisa mengganti pakaian yang akan dipakai buat snorkeling, mempersiapkan perlengkapan yang akan di bawa ke spot snorkeling, dan tempat pembilasan nanti pada saat selesai snorkeling. Di rumah persinggahan ini kita sudah dibekali dengan life jacket. Buat pemula life jacket ini wajib ya guys. Buat keamanan! Saran gue bawalah perlengkapan seperlunya saja. Yang tidak berkaitan dengan snorkeling sebaiknya di tinggalkan di rumah persinggahan.

Rumah Persinggahan Pulau Nguan

Gue Bareng Teman-teman di Rumah Persinggahan Pualau Nguan

Briefing Mengenai Terumbu Karang
 Jam 9.40 menit selesai merapikan perlengkapan dan sedikit briefing dari Pak Zaka akhirnya kami berangkat ke perairan Pulau Abang. Oh iya, gue lupa memperkenalkan Pak Zaka kepada kalian semua. Jadi pak Zaka ini adalah pemilik Wisata Galang Bahari. Contact person-nya Pak Zaka gue lampirkan di akhir cerita ya guys. Noted

Lanjut cerita, angin lumayan kencang guys, rintik-rintik gerimis masih bercucuran. Pulau pertama yang kami singgahi setelah rumah persinggahan di Pulau Nguan adalah Pulau Rano. Pulau ini kece banget guys, pasir pantainya putih lembut. Di Pulau Rano ini kita bakalan di Training cara menggunakan peralatan snorkeling yang baik dan benar, jangan khawatir buat kamu yang belum pintar atau belom pernah snorkeling, disini kalian bakalan di training sama trainer yang berpengalaman dan bersertifikasi.


Training di Pulau Rano
Singkat cerita, setelah memastikan semua anggota dapat menggunakan peralatan snorkeling dengan baik dan benar, gue dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju spot snorkeling pertama di perairan Pulau Abang. Spot pertama ya kami kunjungi adalah perairan Pulau Dedap. Buat pemula, spot di perairan pulau Dedap ini sangat sulit. Itu yang dialami dari beberapa teman gue. Karena ketinggian air di spot ini berkisaran 3-4 meter. Jarak pandang mata sangat jauh kebawah. Ditambah lagi cuaca sedikit berangin. Sehingga pemandangan disekitar spot kabur. Sangat menyulitkan buat pemula guys.

Spot yang kedua masih di sekitaran Pulau Dedap juga. Di spot kedua ini kami dapat melihat salah satu terumbu karang yang di buat oleh PT. Ecogreen. Wah-wah gue sangat mengapresiasi sekali dengan perusahan-perusahan yang masih peduli dengan kegiatan-kegiatan seperti ini.salut banget!! #tepuktangan

#Video karang Buatan PT. Ecogreen



Spot yang ketiga kami dibawa ke perairan Pulau Abang Kecil, Disini gue sangat menyarankan buat kamu-kamu semua para snorkeling pemula. Ketinggian air laut di spot ini tidak terlalu dalam. Hanya sekitaran 1-2 meter saja. Terumbu karang di sini juga keren banget guys. Kece! Di tambah lagi Clawn Fish atau yang lebih akrap di sapa Nemo si ikan badut sangat mudah di temukan di sini. Tentu saja menambah sensasi tersendiri buat kamu para pemula guys. Keren ya!! 
...

Satu lagi nih yang belum gue tulis di atas tadi. Makan siang! Right? Kebayang donk abis snorkeling perut bakalan lapar banget? Jadi di sini gue mau bilang buat kamu yang ngetrip bareng dengan Galang Bahari Wisata jangan takut dah kelaparan. Karena Galang Bahari Wisata ini sudah profesional banget. Menurut gue sih. Karena selain para trainer bersertifikasi kita bakalan di services juga makan siang ala-ala Standing party di pantai. Ngak percaya? Entar gue lampirin fotonya dah. #haahaha


Makan siang di Pulau dedap. foto dari mbak Cucum Suminar

Makan Siang di Pulau Dedap
Bagi yang berminat mengikuti paket wisata snorkeling kaya gue ini kamu bisa langsung menghubungi Bang Zaka atau Bang Sani di nomor 081219544538 atau 085264634106. Tarif normal paket ini biasanya Rp 280 ribu per orang dewasa. Udah dulu ya cerita gue kali ini guys. Buat kamu yang stay di Batam. Kudu mesti nyobain snorkeling di Pulau Abang bareng Wisata Galang Bahari. Bye

#video di perairan Pulau Abang


#Paket Snorkeling Galang Bahari Wisata
  • Transportasi laut pergi-pulang dari Pelabuhan PT. Pari
  • Satu set alat snorkeling
  • Didampingi team guide bersertifikasi
  • Foto Underwater
  • Makan siang
  • Teh atau Kopi hangat
  • Air Mineral
  • Kelapa Muda
  • Permen
  • P3K



Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

12 komentar:

  1. Awww, Potonya keceh-keceh bang, nemonya banyak. Pemandunya juga super duper baik & sabar ^-^.

    BalasHapus
  2. Kece kali pidionya ituh. Bisa nyelem kek ikan duyung gitu yah

    BalasHapus
  3. wewwww akuhh selalu jealous kalo ngeliat kamu berenang kayak ikan duyung, terus nemonya banyak ya keren, dari atas aja keliatan apalagi nyelam, keceh pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn sampe muntah lagi ya mbak. Hahaha

      Hapus
  4. Kece kali lah itu pidionyaaa.....

    BalasHapus
  5. turut senang, Kepri memiliki wisata bawah laut yang cantik.. sehingga gak perlu jauh2 pergi keluar untuk melihat terumbu karang dan biota lautnya...

    BalasHapus
  6. Kamu kelewat videoin aku Zack. *berenang ala ikan 🐠🐙🐡🐬🐚

    BalasHapus

 

© 2013 zackamega.com. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top